PROBORNEO – Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Riska Agustin, menegaskan bahwa posisi geo-ekonomi dan geo-strategis Bumi Tambun Bungai sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut stabilitas keamanan yang absolut.
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama di Balai Berkah Kodam XXII/Tambun Bungai (TB), Selasa (3/3/2026).
Riska menyebutkan bahwa percepatan pembangunan kawasan strategis, hilirisasi sumber daya alam, serta ketahanan pangan dan energi di Kalteng tidak dapat terpisahkan dari kondisi keamanan yang terjaga.
Menurutnya, stabilitas daerah menjadi syarat mutlak agar Kalteng mampu menjalankan fungsinya sebagai penopang utama ibu kota baru di tengah tantangan global yang kian kompleks.
“Sinergi antara Kodam XXII/TB, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota merupakan penyelarasan strategis untuk memperkuat tata kelola keamanan nasional. Kebersamaan ini menjadi fondasi utama dalam menjaga stabilitas daerah dan mempercepat pembangunan di Bumi Tambun Bungai,” ujar Riska Agustin.
Politisi perempuan ini juga menyoroti kondisi dunia yang saat ini dihadapkan pada ketegangan geopolitik, krisis energi, krisis pangan, hingga dampak perubahan iklim.
Ia menyebut eskalasi di Timur Tengah, termasuk dampak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, secara tidak langsung memberikan tekanan terhadap stabilitas nasional.
“Situasi global tersebut berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi nasional, ketahanan sosial, serta keamanan kawasan. Indonesia sebagai negara besar dengan posisi geo-strategis di kawasan Indo-Pasifik memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas regional sekaligus memperkuat ketahanan nasional berbasis Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata),” ucapnya.
Dalam upaya memperkuat daya tangkal terhadap ancaman hibrida, Riska menyatakan dukungan penuh DPRD Kalteng terhadap pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) di wilayah setempat.
Ia juga memandang pembangunan fasilitas Rindam memiliki nilai strategis sebagai pusat pembinaan SDM pertahanan yang sekaligus dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Menutup keterangannya, Riska kembali menekankan bahwa integrasi antara kekuatan militer dan sipil adalah kunci menghadapi disrupsi teknologi serta perang informasi di masa depan.
“Sinergi antara TNI, Pemerintah Daerah, dan DPRD adalah kunci utama dalam menjaga kondusivitas wilayah, terutama di tengah tantangan global, dinamika sosial, dan percepatan pembangunan nasional. Dengan semangat kebersamaan, kita yakin Kalimantan Tengah akan semakin maju, aman, dan sejahtera,” pungkasnya. (red)



