HeadlinePemprov Kalteng

Disdagperin Kalteng Dorong Konsumen Cerdas dan Wirausaha Kreatif untuk Tekan Stunting

Img 20251112 Wa0022

 

PROBORNEO – Upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) dalam menekan angka stunting kini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), pemerintah menghadirkan program terpadu yang menggabungkan edukasi gizi dengan pelatihan keterampilan usaha bagi masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bapperida Provinsi Kalteng, Rabu (12/11/2025), ini mengangkat tema Konsumen Cerdas dalam Memilih Makanan untuk Mencegah Stunting, sekaligus dirangkai dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Pengrajin Batik, Pelatihan Peningkatan Keterampilan Tukang Las, dan Pelatihan Anyaman Rotan Tingkat Dasar bagi Wirausaha Baru di Kota Palangka Raya.

Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, menjelaskan kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan mandiri melalui dua pendekatan penting: edukasi konsumen dan peningkatan keterampilan ekonomi kreatif.

Baca Juga:  Satgas PASTI Blokir 507 Entitas Keuangan Ilegal, Rp2,6 Triliun Kerugian Dilaporkan

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih makanan yang bernutrisi baik untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Norhani.

Ia menambahkan, pelatihan yang digelar tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga diharapkan mampu memperluas peluang usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mengurangi angka stunting di Kalimantan Tengah,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B. Aden, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjadi konsumen yang cerdas dan peduli terhadap asupan gizi keluarga, terutama bagi kelompok rentan stunting.

Baca Juga:  Selesai Seleksi Ketat, Pemprov Kalteng Tetapkan 54 Calon Paskibraka 2026

“Khususnya konsumen yang cerdas dalam memilih makanan untuk mencegah stunting pada balita, seperti ibu-ibu hamil, pasangan usia subur, maupun keluarga berisiko stunting,” ujarnya.

Herson juga memberikan sejumlah panduan menjadi konsumen bijak, mulai dari menegakkan hak dan kewajiban konsumen, memperhatikan label dan masa kedaluwarsa, membeli sesuai kebutuhan, memastikan produk bertanda SNI, hingga mencintai produk dalam negeri.

Selain sosialisasi gizi, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkuat daya saing melalui pelatihan keterampilan industri kecil dan menengah (IKM).

“Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat mengembangkan kompetensi diri dengan menambah keterampilan dan pengetahuan, sehingga ke depan bisa menjadi pelaku ekonomi kreatif yang kuat dan mandiri di Kalimantan Tengah,” katanya.

Baca Juga:  Pemprov Kalteng Permudah Bayar Pajak dengan Layanan Digital

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip green economy dalam setiap aktivitas ekonomi agar pertumbuhan industri berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan.

“Kita harus memperhatikan efisiensi energi, penggunaan bahan ramah lingkungan, dan manajemen limbah,” pesannya.

Kegiatan yang diikuti oleh pengrajin, mahasiswa, Dharma Wanita Persatuan (DWP) OPD Pemprov Kalteng, dan pelaku usaha ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga tangguh secara ekonomi.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemprov Kalteng menegaskan komitmennya untuk menekan angka stunting sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal agar kesejahteraan yang berkelanjutan dapat terwujud di seluruh wilayah Kalteng. (red)