PROBORNEO – BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah mendorong agar Kabupaten Barito Utara mulai mengintegrasikan lima pilar pembangunan berwawasan kependudukan ke dalam sistem XTPD.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BKKBN Kalteng, Dr. Sunarto, dalam kegiatan penyusunan peta jalan pembangunan kependudukan di Aula Setda Barito Utara.
Menurut Sunarto, pembangunan daerah yang tidak memasukkan indikator kependudukan akan kehilangan arah strategis. “Penduduk itu bukan objek, tapi subjek utama pembangunan,” tegasnya.
Ia menuturkan, integrasi indikator kependudukan ke XTPD adalah langkah maju untuk memperkuat kebijakan berbasis data dan demografi. Saat ini sudah tersedia 30 indikator yang bisa dimanfaatkan oleh perangkat daerah.
Selain itu, BKKBN juga menyiapkan mekanisme proksi untuk indikator yang belum bisa diakomodasi secara penuh. Dengan demikian, seluruh OPD tetap dapat menjalankan program sesuai target pembangunan kependudukan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Barito Utara, perwakilan Universitas Palangka Raya, serta stakeholder pembangunan. “Kami ingin pembangunan daerah berpihak pada manusia, bukan hanya infrastruktur,” ujarnya.
Sunarto menambahkan, peta jalan ini menjadi arah kebijakan jangka menengah dan panjang hingga 2030 untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan. (Red)



