Pemprov Kalteng

Stunting Turun, Kalteng Genjot Aksi Konvergensi dan Luncurkan Program GENTING

Gambar Whatsapp 2025 06 30 Pukul 14.19.51 67a31492

 

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) kembali menegaskan komitmennya dalam menurunkan angka stunting melalui Penilaian Kinerja Kabupaten/Kota dalam Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 yang dibuka Senin (30/6/2025), di Hotel Aurila, Palangka Raya.

Mewakili Wakil Gubernur Kalteng selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi, Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan (Ekeubang), Yuas Elko, secara resmi membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutan Wakil Gubernur yang dibacakan Yuas Elko, ditegaskan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat semangat dan sinergi lintas sektor, terutama Pemerintah Kabupaten/Kota yang menjadi objek penilaian.

“Intervensi spesifik maupun intervensi sensitif harus diarahkan agar dapat berjalan secara konvergen di semua level pemerintahan. Percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan secara bersama-sama dengan sasaran kelompok prioritas untuk mencegah terjadinya kasus stunting,” papar Yuas.

Ia mengingatkan bahwa stunting masih menjadi ancaman serius terhadap daya saing bangsa.

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stunting Kalteng tercatat 23,5 persen, dan turun menjadi 22,1 persen pada 2024 berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

“Namun, hal tersebut jangan sampai membuat kita lengah karena target prevalensi stunting Kalimantan Tengah tahun 2025 lebih tinggi, yaitu 20,6%,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, juga diberikan apresiasi kepada kabupaten/kota dengan kinerja terbaik, inspiratif, inovatif, replikatif, dan kolaboratif. Kabupaten Sukamara, Palangka Raya, dan Murung Raya disebut sebagai daerah dengan penurunan angka stunting paling signifikan.

“Kabupaten/Kota yang sudah rilis SSGI Tahun 2024 dan mendapatkan peraihan yang signifikan, yaitu Kabupaten Sukamara turun 9,1%, Palangka Raya turun 8,9%, dan Murung Raya turun 5,2%. Saya berharap untuk Kabupaten yang lain agar lebih memacu lagi konvergensinya dalam penurunan stunting,” tambah Yuas.

Sementara itu, Kepala DP3APPKB Kalteng, Linae Victoria Aden, melaporkan bahwa kegiatan ini juga dirangkai dengan sosialisasi program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) serta penandatanganan kesepakatan bersama pelaksanaannya.

Program GENTING didorong untuk menggugah kepedulian berbagai pihak dalam membantu keluarga miskin berisiko stunting melalui peran sebagai Orang Tua Asuh (OTA).

 

Penandatanganan kesepakatan dan penyerahan SK GENTING turut disaksikan langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, yang hadir sebagai Juri Kehormatan. (red)