Pemprov Kalteng

Produk Lokal Kalteng Dibidik Pasar Global

Gambar Whatsapp 2025 03 06 Pukul 15.59.41 C18a463e

 

 

PROBORNEO – Produk-produk lokal Kalimantan Tengah (Kalteng) dinilai memiliki peluang besar untuk menembus pasar internasional seiring meningkatnya perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan Industri Kecil Menengah (IKM).

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kalteng kini fokus menyiapkan pelaku IKM agar mampu bersaing di pasar global.

Kepala Disperindag Kalteng, Norhani, mengatakan upaya mendorong IKM agar mampu menembus pasar ekspor sejalan dengan visi dan misi Gubernur Kalimantan Tengah melalui program IKM Berkah.

“Peningkatan IKM juga menjadi atensi kita, karena IKM Berkah merupakan visi misi Pak Gubernur. Ini akan kita tingkatkan melalui sosialisasi dan pelatihan-pelatihan, sekaligus mendorong para IKM agar bisa go ekspor,” jelasnya, Senin (5/1/2026).

Ia menyebutkan, Disperindag Kalteng tengah menyiapkan berbagai tahapan pendukung untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal, mulai dari sosialisasi hingga pelatihan teknis bagi pelaku IKM.

“Supaya bisa ekspor, nantinya akan kita laksanakan sosialisasi dan pelatihan. Harapannya, di tahun 2025 hingga target 2026, produk-produk Kalteng ini bisa go ekspor sampai ke mancanegara,” katanya.

Selain peningkatan kapasitas pelaku usaha, Disperindag Kalteng juga sedang menghimpun produk-produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah untuk ditetapkan secara resmi sebagai produk unggulan daerah.

“Ada sektor produk-produk unggulan dari Kalteng yang sedang kita himpun dari kabupaten dan kota. Nantinya akan dijadikan satu kesatuan dan ditetapkan melalui SK Gubernur,” ujarnya.

Menurut Norhani, potensi produk lokal Kalteng juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Hal tersebut terlihat dari antusiasme Komisi VII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja dan reses ke Kalimantan Tengah.

“Hasil reses dari kunjungan kerja Komisi VII DPR RI, mereka sangat antusias dan mengapresiasi bagaimana produk-produk lokal Kalteng bisa bersaing, contohnya rotan dan bawang dayak yang sudah mulai go ekspor,” ungkapnya.

Ia mencontohkan produk rotan asal Kabupaten Katingan yang diolah menjadi anyaman seperti tikar dan memiliki daya tarik tinggi di pasar internasional karena keaslian dan kekhasannya.

“Rotan dari Katingan itu masih bahan mentah, kemudian dianyam menjadi tikar. Produk yang original seperti ini justru sangat diminati oleh pasar mancanegara,” jelas Norhani.

Selain rotan, produk khas lainnya seperti tenun Kalteng dan tanaman herbal juga dinilai memiliki peluang ekspor yang besar.

“Waktu Kalteng Expo kemarin, produk yang diminati salah satunya adalah tenun Kalteng dan herbal-herbal Kalteng, seperti bawang dayak. Bawang dayak ini kan tumbuhnya di Kalteng saja, kalau di luar daerah tidak,” katanya.

Untuk mendukung kesiapan ekspor, Disperindag Kalteng juga memfokuskan perhatian pada pemenuhan aspek perizinan bagi pelaku IKM.

“Untuk IKM bisa ekspor, nanti kita akan memenuhi perizinan-perizinan yang ada terlebih dahulu. Ini yang sedang kita persiapkan,” pungkas Norhani. (red)