Nasional

Menteri LH Tinjau Ekosistem Gambut di Taman Nasional Sebangau

Gambar Whatsapp 2025 01 28 Pukul 18.42.37 86130d0b

PROBORNEO – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah (Kalteng) pada Selasa (28/1/2025) dengan agenda utama meninjau pengelolaan ekosistem gambut di Taman Nasional Sebangau.

Salah satu fokusnya adalah pembangunan kanal bloking untuk menjaga kelestarian gambut di kawasan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Menteri Hanif mengungkapkan bahwa kawasan Sebangau memiliki sejarah panjang sebagai area eksploitasi hutan. Di masa lalu, kanal-kanal dibangun untuk mengangkut kayu, namun dampaknya terhadap ekosistem gambut sangat merusak.

“Taman Nasional Sebangau merupakan contoh dampak penguasaan hutan di masa lalu, di mana kanal digunakan untuk mengeluarkan kayu. Kebijakan itu ternyata memiliki risiko besar karena membedah gambut, yang seharusnya menjadi tempat penyimpanan air. Akibatnya, air keluar secara berlebihan dan memicu bencana ekologis,” jelas Hanif.

Baca Juga:  Santri Didorong Jadi Pelopor Moral dan Inovasi di Era Digital

Hanif menjelaskan bahwa pengeringan lahan gambut akibat kanal menyebabkan hilangnya kemampuan alami gambut untuk menyimpan air. Hal ini tidak hanya merusak fungsi ekosistem, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Ketika gambut mengering, ia tidak bisa kembali seperti semula. Tanpa kemampuan menyerap air, gambut mudah terbakar. Ini menjadi penyebab utama kebakaran hutan dan lahan yang kerap kita alami. Dari sini saja, kita sudah melihat besarnya bencana ekologis yang harus kita tanggung,” ujarnya.

Untuk mengatasi masalah tersebut, pembangunan kanal bloking menjadi langkah penting dalam menjaga tinggi muka air tanah di kawasan gambut. Kanal ini berfungsi untuk mencegah pengeringan gambut dan memulihkan ekosistemnya.

Baca Juga:  Anggota DPR RI Muhammad Syauqie: Pers Pilar Demokrasi Bangsa

“Kita harus meningkatkan cakupan langkah-langkah mitigasi yang sudah dilakukan sebelumnya. Tanpa pengelolaan yang baik, sulit membayangkan dampak buruk yang akan terjadi jika tinggi muka air tanah di gambut tidak terkendali. Manajemen air harus menjadi prioritas utama kita bersama di Kalimantan Tengah,” tegas Hanif.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalteng, Joni Harta, mengapresiasi kunjungan Menteri Hanif.

Ia menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk bekerja sama mendukung program-program pemerintah pusat, terutama dalam pengelolaan gambut dan upaya mitigasi bencana ekologis.

“Kami siap mendukung kebijakan pusat untuk menjaga kelestarian gambut di Kalteng, khususnya di Taman Nasional Sebangau. Ini adalah langkah penting bagi keberlanjutan lingkungan,” kata Joni.

Baca Juga:  Moment HUT ke-23, Anggota DPR RI Syauqie Dorong Percepatan Pembangunan Murung Raya

Kunjungan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelestarian ekosistem gambut, sekaligus memastikan upaya berkelanjutan dalam mengatasi tantangan lingkungan di kawasan Sebangau. (red)