Muara Teweh – Volume lalu lintas harian yang melonjak tajam membuat Pemerintah Kabupaten Barito Utara bergerak cepat merencanakan pelebaran Jalan Yetro Sinseng. Tingginya angka mobilitas warga mengharuskan adanya intervensi infrastruktur demi mencegah stagnasi arus kendaraan.
Berdasarkan data resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Barito Utara, jumlah Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR) yang melintasi Jalan Yetro Sinseng telah mencapai sekitar 11.858 kendaraan setiap harinya.
Fakta lapangan tersebut dipaparkan langsung oleh Kepala Dishub Barito Utara, Mihrab Buanapati, pada forum Konsultasi Publik Pengadaan Tanah yang bertempat di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kamis (2/7/2026).
Menurut Mihrab, ruas jalan tersebut memegang peranan krusial karena melayani berbagai pusat aktivitas warga, mulai dari kompleks pemerintahan, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, kawasan pendidikan, hingga sentra perbankan dan perdagangan.
Kondisi jalan yang ada saat ini dianggap sudah tidak lagi proporsional untuk menampung volume kendaraan yang terus bertambah. Jika tidak segera dilebarkan, dikhawatirkan kelancaran aktivitas masyarakat dan pelayanan publik akan sangat terganggu.
Melalui pelaksanaan pelebaran jalan ini, pemerintah optimistis dapat menghadirkan solusi jangka panjang untuk mengurai kepadatan. Hal ini sejalan dengan visi mewujudkan sistem tata kota Muara Teweh yang modern, teratur, dan bebas hambatan. (dd)



