Pemprov Kalteng

Staf Ahli Gubernur Kalteng Minta TPID Susun Road Map Inflasi Secara Terarah

Gambar Whatsapp 2025 07 10 Pukul 13.10.55 F7257666

 

 

PROBORNEO – Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, menegaskan pentingnya penyusunan peta jalan (road map) pengendalian inflasi secara terarah agar Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di setiap kabupaten/kota memiliki pedoman jelas dalam upaya pengendalian inflasi.

Hal itu disampaikannya usai mengikuti Rapat Pembahasan Kondisi Inflasi Terkini dan Tindak Lanjut Penyelesaian Road Map TPID Tahun 2025–2027 di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (9/7/2025).

“Pemantapan road map ini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah. Melalui penyusunan road map, kita dapat memantau perkembangan inflasi secara lebih terarah, mengetahui aspek yang masih kurang, serta menentukan langkah-langkah yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Baca Juga:  Disbun Kalteng Terima Kunker DPRD Kotim, Bahas Pengembangan Perkebunan

Yuas berharap TPID di masing-masing daerah dapat menyusun road map secara optimal, terstruktur, dan tepat sasaran.

Ia menyebutkan saat ini masih terdapat daerah yang berada di tahap awal penyusunan, sementara beberapa lainnya sudah mendekati tahap penyelesaian.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menyusun road map pengendalian inflasi untuk periode tiga tahun, yakni 2025–2027. Meskipun telah disusun, road map tersebut masih terbuka untuk penambahan dan penyempurnaan oleh OPD yang masih dalam proses penyusunan,” tukasnya.

Sebagai informasi, Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kalimantan Tengah pada Juni 2025 tercatat sebesar 0,32 persen (month to month) atau 1,06 persen (year on year), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,53 persen (mtm) atau inflasi 0,46 persen (yoy).

Baca Juga:  Pemprov Kalteng Siap Sinergi dengan DPD RI Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Kenaikan tersebut didorong oleh lonjakan harga beberapa komoditas, seperti bawang merah, angkutan udara, ikan peda, cabai rawit, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).

 

Meski demikian, laju inflasi yang lebih tinggi berhasil diredam oleh turunnya harga beberapa komoditas lain, di antaranya beras, ikan nila, bensin, ikan patin, dan ikan baung. Secara spasial, inflasi IHK di Kalimantan Tengah masih terkendali, meskipun sedikit di luar kisaran sasaran inflasi nasional. (red)