Pemprov Kalteng

Pemprov Kalteng Dorong Hilirisasi Kratom, Siap Fasilitasi Kuota Ekspor

PROBORNEO — Tanaman kratom (Mitragyna speciosa) yang tumbuh subur di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) karena potensi kesehatannya dan nilai ekonominya yang menjanjikan.

Sejak lama, kratom dikenal dalam pengobatan tradisional sebagai pereda nyeri, kecemasan, penambah stamina, hingga membantu pengobatan hipertensi, rematik, diabetes, dan stroke ringan.

Melihat peluang tersebut, Pemprov Kalteng berupaya mendorong hilirisasi kratom sekaligus membuka akses ekspor ke luar negeri.

Plt. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng, Rangga Lesmana, menyampaikan bahwa Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran memberi dukungan penuh terhadap upaya ini, termasuk fasilitasi kuota ekspor.

“Tujuannya agar masyarakat dapat semakin sejahtera dan memiliki sumber pendapatan baru yang potensial dan merupakan sebuah terobosan inovatif. Pemerintah Provinsi hadir melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Kalimantan Tengah,” ucapnya, Sabtu (19/4/2025).

Rangga mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir, kratom banyak diekspor ke berbagai negara, terutama Amerika dan Eropa untuk kebutuhan farmasi.

Pengelolaan kratom melalui perkebunan masyarakat dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru di Kalimantan Tengah.

“Dalam beberapa tahun ini, tanaman kratom banyak diekspor ke berbagai negara dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat di Kalimantan,” tambah Rangga.

Berdasarkan literatur Buku Kratom Prospek Kesehatan dan Sosial Ekonomi, tanaman ini berasal dari suku Rubiaceae seperti kopi. Ciri khasnya batang lurus dengan kulit abu kecokelatan, serta daun dengan tulang urat berwarna hijau atau cokelat kemerahan.

Kratom tumbuh baik di tanah lembab dekat aliran sungai, dan di daerah seperti Kapuas Hulu, bahkan dibudidayakan di pekarangan rumah maupun lahan yang tergenang.

Secara tradisional, masyarakat di Malaysia dan Thailand menggunakan kratom untuk relaksasi dan mengatasi nyeri, sedangkan di Indonesia fungsinya lebih luas, termasuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Dengan dorongan hilirisasi dan dukungan pemerintah daerah, kratom diyakini dapat menjadi salah satu komoditas unggulan baru bagi masyarakat Kalteng, sekaligus menopang perekonomian daerah secara berkelanjutan. (red)