Pemprov Kalteng

Harga Cabai Rawit di Kalteng Meroket, Pemprov Siapkan Antisipasi

Whatsapp Image 2025 03 03 At 17.05.32 6befb95e

PROBORNEO – Harga cabai rawit di Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami lonjakan signifikan, menembus Rp140 ribu per kilogram di Pasar Kahayan, Palangka Raya.

Kenaikan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama menjelang bulan Ramadan yang biasanya diiringi dengan meningkatnya permintaan bahan pokok.

Plh Kepala Biro Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Kalteng, Fanny Kartika Octavianti, menyebut bahwa pemerintah terus memantau pergerakan harga bahan pokok di pasar guna memastikan stabilitas ekonomi masyarakat.

“Jajaran Pemprov Kalteng terus mengantisipasi kemungkinan adanya kenaikan harga, terutama untuk daging ayam ras, menjelang bulan Ramadan. Hal ini penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terjangkau selama periode tersebut,” ujar Fanny saat menghadiri Konferensi Pers Berita Resmi Statistik yang digelar BPS Kalteng, Senin (3/2/2025).

Fanny juga mengingatkan bahwa harga cabai rawit dan cabai merah cenderung fluktuatif karena berbagai faktor, terutama cuaca dan kelancaran distribusi pasokan.

“Kenaikan harga cabai rawit dan cabai merah ini sering kali dipengaruhi oleh kondisi cuaca serta kelancaran distribusi pasokan. Oleh karena itu, kami terus melakukan pemantauan agar harga tetap terkendali, terutama menjelang Ramadan,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Kalteng berencana berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk distributor dan pedagang, untuk menjaga ketersediaan stok dan menghindari spekulasi harga.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan langkah-langkah konkret seperti operasi pasar dan program pasar murah guna membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait dan para pedagang untuk memastikan pasokan tetap tersedia. Jika diperlukan, pemerintah siap menggelar pasar murah agar masyarakat tidak terlalu terbebani dengan kenaikan harga,” tutup Fanny.

Dengan adanya upaya ini, diharapkan lonjakan harga cabai dan komoditas lainnya dapat dikendalikan sehingga masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhannya dengan harga yang wajar, terutama menjelang bulan suci Ramadan. (red)