Pemprov Kalteng

Gubernur Tegaskan Komitmen Bangun Kalteng Berkeadilan

Gambar Whatsapp 2025 07 05 Pukul 17.01.58 C38d17ca

PROBORNEO – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-68 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Kalteng, Jumat (23/5/2025).

Gubernur H. Agustiar Sabran memimpin langsung jalannya upacara sekaligus menyampaikan komitmen pemerintah dalam memastikan pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pidatonya, Agustiar menegaskan bahwa pembangunan di Kalimantan Tengah harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, dengan tetap menjaga marwah masyarakat adat Dayak.

“Kami selalu sampaikan dalam visi-misi kami, bahwa harga diri masyarakat Dayak khususnya dan masyarakat Kalteng secara umum harus kita angkat,” ucap Gubernur dengan penuh semangat.

Ia menekankan pentingnya kesinambungan pembangunan di Bumi Tambun Bungai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menuju Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Sejahtera, sekaligus menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Jangan sampai ada anak-anak dari pedalaman sampai perkotaan yang tidak bisa sekolah. Di bawah kepemimpinan kami, semua anak Kalteng harus bisa sekolah, bahkan sampai kuliah,” tegasnya.

Selain sektor pendidikan, Gubernur memberi perhatian besar terhadap layanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah pedalaman.

“Kami tidak ingin melihat anak-anak dari pedalaman hingga perkotaan yang tidak bisa berobat, tidak bisa makan. Itu tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Pemprov Kalteng telah menyiapkan program prioritas Huma Betang, yang mulai dijalankan pada 2026. Program ini akan meliputi akses pendidikan, kesehatan, bantuan pangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu di daerah pelosok.

“Dalam jangka pendek, kita hadir lewat program Huma Betang. Tapi jangka panjangnya, kita siapkan Balai Latihan Kerja. Kami tak ingin terus-menerus memberi, itu tidak mendidik. Kita akan siapkan pancingnya, agar masyarakat bisa mandiri,” ujarnya tegas.

Sebagai Ketua Dewan Adat Dayak Kalteng, Agustiar turut menekankan pentingnya masyarakat adat tetap memegang teguh jati diri dalam semangat persatuan bangsa.

“Masyarakat Dayak harus jadi tuan rumah di negeri sendiri. Tapi kita juga tidak boleh melupakan bahwa kita adalah bagian dari NKRI. Kita hidup dalam satu negara: Republik Indonesia,” pungkasnya. (red)