Pemprov Kalteng

Gubernur Kalteng Siapkan Fasilitas dan Anggaran untuk Pendidikan Dokter Spesialis

A15

PROBORNEO – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan, salah satunya dengan mendukung program pendidikan dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi yang digagas Universitas Palangka Raya (UPR).

Gubernur Kalteng, H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa pemerintah siap menyediakan fasilitas dan anggaran guna merealisasikan program ini.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah penyediaan gedung di RSUD dr. Doris Sylvanus sebagai tempat pembelajaran bagi para calon dokter spesialis.

“Kemarin saya ke Universitas Palangka Raya, mereka mau meminjam gedung di lantai 5 RS Doris, dan saya melihat apa yang harus kami siapkan,” ujar Agustiar Sabran usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Doris Sylvanus, Rabu (12/3/2025).

Pemprov juga akan mengalokasikan anggaran dalam perubahan APBD tahun ini, mengingat sektor kesehatan menjadi prioritas utama daerah.

“Kami akan bantu pada tahun ini di perubahan anggaran, karena ini sifatnya prioritas. Kami akan jemput bola, kami memastikan kesehatan menjadi program prioritas,” tambahnya.

Plt. Direktur RSUD Doris Sylvanus, Suyuti Syamsul, menyebutkan bahwa kehadiran program ini akan menjadi solusi bagi dokter asal Kalteng yang selama ini harus pergi ke luar daerah untuk melanjutkan pendidikan spesialis.

“Selama ini dokter dari Kalteng yang ingin mengambil pendidikan spesialis harus keluar daerah. Sekarang kita mulai program pendidikan spesialis kebidanan di sini, 100 persen pesertanya dari Kalteng. Program ini akan berjalan mulai bulan April,” kata Suyuti.

Program ini merupakan hasil kerja sama antara RSUD Doris Sylvanus, RS Hasan Sadikin, Universitas Padjadjaran, dan Fakultas Kedokteran UPR. Namun, masih ada kendala dalam hal fasilitas pembelajaran.

“Ruang pembelajaran masih belum memadai. Belum ada aula yang bisa digunakan untuk kelas, diskusi, dan ruang jaga dokter residen. Padahal, keberadaan dokter residen ini akan menguntungkan rumah sakit, karena mereka siap sedia 24 jam,” jelasnya.

Menurut Suyuti, kebutuhan anggaran untuk pembangunan fasilitas pendukung mencapai Rp3 miliar.

Dari jumlah tersebut, Rp1 miliar telah dialokasikan oleh UPR untuk kerja sama dengan Universitas Padjadjaran, sementara Rp2 miliar lainnya akan dianggarkan melalui RSUD Doris Sylvanus untuk renovasi aula dan ruang pembelajaran.

Dukungan penuh dari Pemprov Kalteng ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan layanan kesehatan di daerah serta memastikan ketersediaan tenaga medis yang andal untuk melayani masyarakat. (red)