Muara Teweh – Kabar baik bagi konektivitas di Kalimantan Tengah. Maskapai Susi Air secara resmi memulai penerbangan perintis perdana yang menghubungkan Palangka Raya dan Muara Teweh pada Senin (5/1/2026). Langkah ini menandai babak baru dalam upaya mempercepat akses transportasi udara di wilayah pedalaman Kalimantan.
Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik, Muhammad Amrillah K, mengungkapkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi. Pada penerbangan pertama ini, pesawat jenis Cessna berkapasitas 12 kursi tercatat membawa penumpang penuh dari Palangka Raya menuju Muara Teweh, sementara arah sebaliknya mengangkut 11 penumpang.
Penerbangan ini merupakan bagian dari program subsidi Kementerian Perhubungan. Dengan harga tiket di kisaran Rp540.020 untuk rute ke Muara Teweh dan Rp493.420 untuk arah sebaliknya, layanan ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi arus penumpang dan barang, yang pada akhirnya menggerakkan roda perekonomian lokal.
Kepala Dinas Perhubungan Barito Utara, Mihrab Buanapati, menilai rute ini sangat strategis. Menurutnya, akses udara yang lebih mudah akan sangat mendukung aktivitas pemerintahan, dunia pendidikan, serta sektor perdagangan yang selama ini terkendala oleh jarak tempuh darat yang cukup melelahkan.
Selain rute Muara Teweh, Susi Air juga melayani berbagai titik lain di Kalimantan Tengah dan Selatan, seperti Kuala Pembuang, Puruk Cahu, hingga Banjarmasin. Kehadiran jaringan rute ini diharapkan menciptakan integrasi wilayah yang lebih solid antar kabupaten/kota di dua provinsi bertetangga tersebut.
Pemerintah daerah menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung keberlanjutan program ini. Diharapkan, tingkat keterisian penumpang tetap stabil sehingga layanan transportasi udara ini tidak hanya menjadi solusi musiman, tetapi menjadi pilar transportasi jangka panjang bagi masyarakat Barito Utara.



