Pemkab Seruyan

Buka Bimtek Servant Leadership, Bupati Seruyan Minta ASN Perkuat Budaya Melayani

img 20261013 wa0004

lambang kabupaten seruyanPROBORNEO – Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Pelatihan Servant Leadership Batch 2 bagi jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, Senin (12/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Seruyan, tersebut digelar guna memantapkan transformasi budaya kerja kepemimpinan yang melayani (servant leadership) pada birokrasi dan pelayanan publik.
Pelatihan ini menghadirkan tim instruktur dari PT Alpha Quantum Indonesia sebagai pemateri utama.
Turut hadir dalam pembukaan acara tersebut Wakil Bupati Seruyan H. Supian, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Seruyan Harsandi, Pelaksana Harian (Plh) Sekda dr. Bahrun Abbas, unsur Forkopimda, para asisten, staf ahli, serta seluruh kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Seruyan.
Dalam arahannya, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda menegaskan, bahwa kepemimpinan dalam birokrasi pemerintahan bukan semata-mata soal jabatan atau kewenangan, melainkan sebuah bentuk tanggung jawab dan amanah yang wajib ditunaikan demi kesejahteraan masyarakat.
“Kepemimpinan yang melayani bukan berarti pemimpin kehilangan kewibawaan. Justru sebaliknya, pemimpin yang melayani adalah mereka yang menggunakan kewenangan dan tanggung jawabnya untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi organisasi dan masyarakat,” ujar Ahmad Selanorwanda.
Ia menekankan bahwa prinsip servant leadership berbanding lurus dengan penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).
Karena itu, seluruh pimpinan perangkat daerah diminta mentransformasikan konsep ini ke dalam pola pikir (mindset) dan tindakan nyata di lapangan.
Ahmad Selanorwanda mengingatkan, bahwa tolok ukur keberhasilan seorang pejabat birokrasi terletak pada seberapa besar manfaat langsung yang dirasakan oleh warga.
“Jangan sampai setelah mengikuti kegiatan ini, kita kembali ke tempat kerja dan bekerja dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Harus ada perubahan dalam cara kita berkomunikasi, mengambil keputusan, dan memperlakukan anggota tim yang bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan publik,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Seruyan mengajak seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara aktif agar dapat merumuskan tata kelola pemerintahan yang semakin profesional, humanis, dan responsif. (red)
Baca Juga:  Soal Karhutla, DPRD Seruyan Soroti Keterbatasan Anggaran Sarpras Pemadam